Friday, March 2, 2012

Warkah buat calon suamiku



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
untuk calon suamiku…


Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.


Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…





Dipetik dari sebuah karya ,


Wednesday, February 29, 2012

Exam Yang Terakhir ..


Nie mungkin Exam yang terakhir di Nilam Puri ..
Examination Tahun Dua Semester Dua Asasi Usuludin ..
Jadi Buat Yang  Terbaik !




p/s : kena rajin , kena kuat , hati mesti tabah , jiwa kena besar !

doakan agar dipermudahkan urusan yea


Syukran Masitah... selalu memperingatkan saya agar study... ok!

Tuesday, February 28, 2012

Bila Hati Terluka..



***************

"Enti ada masalah ya?" berbunga rasa hati bila diberi perhatian.

"Enti dah makan belum? Ana belanja yuk." Sejuk hati mendengar ajakan seorang teman.

Bersyukur saat-saat kita dirundum masalah bahkan hati tidak tenteram, muncul sahabat yang memberi sentuhan persahabatan. Ibarat dapat membaca galau di hati ini. Masalah itu pelbagai, akan tetapi apabila sebuah persahabatan diganggu gugat itu lebih menyakitkan. Entah di mana silapnya. Termenung panjang...

 

 Hati manusia biasa mudah terluka bila putus cinta, tapi hati manusia luar biasa, pejuang di jalan Allah, sarat dengan cinta pada Allah, sahabat itu juga permata dan kekasih hatinya...
Sahabat antara puzzle yang melengkapkan kehidupan manusia. Setiap sesuatu ada ujiannya. Tatkala hati terluka kerana sahabat, jangan dibiarkan syaitan membisikkan keretakan. Kita harus bijak mendidik emosi. Beri masa pada diri. Beri masa pada sahabatmu.

"Kenapa enti buat ana macam ni ?" ketidakpuasan hati seorang sahabat selepas salah menilai niat baik sahabatnya sendiri. Mereka sedang diuji.

"Ala enti apa kurang," kata-kata bisa ketika ajakan kebaikan dibalas acuh tidak acuh.

"Semua orang ada masalah, selesaikan dulu sebelum sibuk nak tau masalah orang lain,"

Kita mungkin sesekali terluka. Bahkan mungkin berkali-kali. Terluka dalam ajakan dakwah, Terluka dalam meneruskan agenda tarbiyah bahkan terluka dalam menjaga sebuah ukhwah. Ukhwah yang selama ini digambarkan ceria tiba-tiba beransur mendung, sepi seketika. Ini baru satu dua ujian buatmu wahai pembawa agama. Bukan semuanya berita sedih dan duka.

Ketahuilah diri kita dan sahabat kita tidak sama. Ada ruang, dia perlu bersendiri. Ada ketika, individu lain dijadikan luahan hati. Ada ketika, dia datang minta dinasihati. Pelbagai ragam sungguh sebuah persahabatan ini.

Lukanya hatimu saat ini adalah kerana cintamu padanya kerana Allah. Sama-sama ingin ke syurga sama-sama ingin menjauhi panasnya luka api neraka. Bagi dirimu yang terluka, rawatilah... Luka itu akan sembuh semula...Kepada Allah kita mengadu cerita. Coretan untuk ana dan semua. Moga ketenangan buat diriku, sahabatku dan kalian yang membaca. Jangan pernah serik mengajak manusia pada kebaikan. Apatah lagi dengan teman, sahabat dan keluarga kita semua. Salam mahabbah buat semua..
Doa kalian ana harapkan.
Moga Allah redha kalian
Moga Allah sayang kalian.





  p/s : manusia sering melupakan apa yang ada di depan matanya..betul kan??

      bila dah tiada mulalah menyesal !

Maj 5 <3 Maj 8